Wattpad + Kehidupan Islami
Wah,
indahnya pertemuan kita diawali dengan salam ya, dijawab ya teman.
Jadi
seperti yang kalian lihat, ada yang berbeda…daripada biasanya. Bukan karena
hari ini hari libur, eh, btw hari ini memang hari libur, liburan anak SMA di semester keduanya. Hari ini Imlek btw.
Orang
bilang masa SMA adalah masa yang paling membahagiakan dengan semua
likak-likuknya, ya, masa putih abu-abu. Tapi sejujurnya-aku tak tahu apa karena
baru satu semester berjalan atau bagaimana, tapi…aku merasa tak benar-benar
merasakan apa yang dinamakan masa putih abu-abu itu karena aku tidak pernah memakai
seragam putih abu-abu itu, alih-alih aku memakai seragam putih biru telur asin,
huh.
Begitulah
salah satu kesedihanku atas pilihanku ini, aku
tak tahu sampai aku benar-benar merasakannya. Aku tahu ini cuma masalah
sepele, tapi rasanya akan berbeda kan dengan seragam itu. Misalnya, aku lebih
pede pergi kemana-mana daripada seragamku yang sekarang (itu memang yang sebenarnya
kalau aku boleh jujur, terkadang, di tempat-tempat tertentu).
Dan
disini sebenarnya aku bukan ingin membahas tentang itu. Aku baru saja
menghabiskan setengah hariku kebelakang untuk membaca wattpad kesayanganku.
Yap! Aku masih setia dengannya karena ia
selalu bisa mengejutkanku dengan segala macam bentuk cerita yang ada disana.
Hampir, aku sudah sudah membaca semua genre ceritanya, ilmiah, fiksi,
teenfiction, fanfiction, romance, dan banyak lagi.
Tapi
sayang banget nih, aku baru ketemu cerita ini baru-baru ini. Jadi ada yang
bikin tuilisan tentang cerita rekomendasi wattpad gituu, cerita yang
bagus-bagus gituu yang udah puluhan bahkan ratusan ribu pembacanya. Dan aku baru kali ini ketemu cerita islami
yang bukan abal-abal. Di dalem cerita itu terpampang sebuah kehidupan
islami yang tampak begitu nyata. Subhanallah… Andai saja kehidupanku bisa
seindah itu, tapi sepertinya belum, tapi akan isnyaallah, doakan ya teman….
Mulai
dari bahasanya yang islami, terus pergaulannya yang ketat tapi tidak terlihat
menyiksa. Aku suka banget nih, karena selama ini dalam Islam kan yang namanya
laki-laki dan perempuan yang bukan makhromnya tak boleh saling melirik. Dan di
cerita ini nih disuguhinnya ringan banget dengan tambahan beberapa ayat, hadits
dan cerita-cerita yang menguatkannya. Indah banget pokoknyaa….. bener-bener
hidup dambaan semua muslim pasti deh!
Di cerita
ini kebetulan lebih ke cerita pernikahan. Bagaimana cara pendekatan yang benar
dalam Islam. Menemukan sang pujaan yang tidak bisa asal pilih. Ada kriteria
dari agama dan dari diri masing-masingnya.
Nah,
ada dua cerita nih yang udah aku baca. Pertama, Finding My Sirius. Itu sudut
pandang orang pertamanya laki-laki, sesuatu yang baru bagiku. Tapi ternyata
seru juga. Aku jadi tahu bagaimana
seharusnya seorang lelaki berbuat sesuai syariat Islam.
Disitu
dia Zaki namanya, muslim yang taat tapi gak kaku orangnya. Udah sukses tapi
masih belum nikah. Ini permasalahannya. Dia terus dibully oleh teman-temannya
yang sudah tak lajang. Sulit sepertinya. Tapi mau bagaimana lagi… namanya juga
belum bertemu jodoh. Sedangkan sang adik sudah mendahului langkahnya. Malu iya…
tapi mau bagaimana lagi. Tak gampang menemukan sang Sirius. Karena sebagai laki-laki, ia mempunyai
tanggung jawab besar untuk nantinya menjaga, melindungi, manafkahi kehidupan
dengan istrinya nanti. Bisa dibayangkan saudara-saudara!!!
Bagi
aku dan kalian yang masih buta tentang ini, pasti nyangkanya bakalan susah
banget kan? Menikah tuh gak gampang, bener kan? Apalagi bagi laki-laki harus
benar-benar meyakinkan sang wanita sekaligus ayahnya-sang calon mertua-agar mau
anaknya untuk diambil alih. Berarti seorang laki-laki harus benar-benar yakin
akan pilihannya.
Masalahnya
kan dalam Islam ga ada yang namanya pacaran. Gabisa tuh deket-deketan. Ada juga
ta’aruf, yang gak berlangsung lama, karena kalau sudah merasa cocok ya tinggal
dihalalkan. Nah, gimana caranya dia yakin kalau itu benar-benar orang yang
tepat untuk mendampingi hidupnya nanti? Padahal kita belum tahu apa-apa tentang
dia? Gimana dia pas makan? Gimana dia pas tidur? Barangkali aja kita gak suka
cara berpakaian dia? Atau dia yang gak pernah bersih-bersih dan semacamnya?
Gimana coba gimana?????
Banyak
banget pelajaran yang aku dapet dari sini. Bauanyak banget beneran.
Inti dari semuanya adalah Allah.
Kita harus benar-benar dekat dengan Allah. Kita percaya sama Allah dan lalu menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari. Kalo udah gitu, lancar jaya sentosa dah kehidupan
kita. Kalau ragu, berarti ada setan yang sedang membisikan sesuatu, kita
berarti harus lebih intens lagi mendekatkan diri kepada Allah.
Sama
dengan masalah jodoh. Kita gak kenal dia, tapi aku rasa ada semacam kepercayaan
tersendiri dalam hati kita yang mengatakan bahwa dia memang jodoh kita. Jika
kita sudah yakin, insyaallah kedepannya akan dimudahkan. Lagian namanya juga
manusia, pasti ada salah-salahnya, gak mungkin sempurna dong? Sebagai manusia,
apalagi sudah berumah tangga seharusnya bisa memahami satu sama lain. Bukankah perbedaan menambah warna? Keindahan suatu saat nanti akan tercipta.
Pokoknya
kita harus yakin dan selalu berpegang teguh pada Allah.
Ya
Allah, indahnya dunia pernikahan… Semoga aku dapat merasakannya suatu saat
nanti… dengan qawwamku yang semoga
sesuai keinginanku, amiiiin. Kalau tidak ya tidak apa-apa. Semoga aku bisa
memahami segala kekurangannya nanti. Semoga bisa sabar yaa bu…. Hehehe.
Kembali
ke cerita, akhirnya Zaki menemukan jodohnya yang ternyata adalah partner kerja
perusahannya yang ternyata adalah adik sahabatnya sendiri. Dunia memang sempit
saudara.
Anehnya
disini adalah si Rentsa-Istri Zaki sekarang-hanya istilahnya cuma numpang lewat
dalam cerita ini. Tampil di beberapa part dan irit bicara. Bisa dipastikan
bahwa si Zaki ini belum berinteraksi secara langsung secara pribadi tapi dia
langsung melamar Rentsa!!!!
Ini
gila kan?!?!?! Aku kaget beneran karena acara lamarannya pun sangat sederhana.
Berhubung orang tua Rentsa sudah meninggal, jadi walinya adalah sahabat Zaki
sendiri yang ternyata saudara kembar Rentsa.
Ga
kelihatan kalau Zaki sangat mengagumi Rentsa. Gak dijelaskan memang dalam
cerita. Hanya beberapa kali bertemu untuk urusan bisnis dan beberapa kali
bertemu gak sengaja. Emang Zakinya ngeliatin dan merhatiin Rentsa tapi gak kaya
cerita-cerita yang udah aku baca gituuu, beda banget. Ya emang ini bukan
teenfiction sih….tapi kan namanya rasa suka pasti beda kan. Bahkan ga dijelasin
disitu Zaki deg-degan atau gugup gitu waktu ngeliatin Rentsa, tapi ini nggak
sama sekali! Luar biasa!
Intinya
gak kelihatan waktu Zaki suka dan cinta sama Rentsa tiba-tiba dia minta nomor
telepon ayah dan alamat rumah Rentsa itupun bukan ke Rentsanya, tapi ke orang
lain. Parah gak?
Setelah
datang kerumahnya-sendirian, Zaki baru ketemu sama sahabatnya itu. Emang agak
ribet sih masalah kenapa Zaki gatau kalau adik sahabatnya itu si Rentsa jadi
kayaknya aku gak bakal bacot disini. Sampe rumahnya, Zaki langsung aja lamar
dah, langsung ke walinya-sahabatnya.
Gimana
perasaan kalian saat jadi Rentsa? Tiba-tiba dilamar sama laki-laki yang kalian
kenal tapi gak bener-bener kalian kenal??? Paling enggak, aku mah butuh waktu
buat mikir, sambil kenalan juga. Tapi ini Rentsanya langsung bilang iya-dengan
sedikit paksaan tentu saja. Emang juga sih, Zaki udah meyakinkan banget.
Penghasilan ada, iman kuat, baik iya, kenal baik lagi sama kakaknya, ganteng
pasti, apalagi yang kurang coba??
Huh,
dari semua pertimbangan itu, aku mah akan bener-bener galau deh kalau
dipikir-pikir lagi. Tapi beda lagi ceritanya kalau aku emang udah bener-bener
siap buat nikah. Dilamar ya ayo aja, haha.
Hah,
ribet juga ternyata masalah ini…. Kalau
udah begini nih, ya udah langsung serahin ke Allah aja. Do’a minta yang
terbaik dan diteguhkan pilihan kita.
Lanjut
nih cerita yang kedua, judulnya Quinsha Wedding Story. Ceritanya pendek nih, cuma
beberapa part. Emang beneran cuma cerita awal-awal pernikahannya saja sih…
kurang puas sebenarnya, pengen tahu kelanjutan cerita mereka seperti apa.
Ceritanya
lebih mengejutkan bin mendebarkan kalau cerita Quinsha ini. Btw Quinsha ini
adiknya Zaki, iya yang nikah duluan itu, wkwkwkwk. Lucu banget ya…bisa nyambung
gitu.
Tapi
kayaknya aku bahas ini dilain waktu karena tulisan ini udah kepanjangan guys…. Sorry…
Dan
maaf nih, kalau kesannya aku menggurui atau bagaimana, aku sebenarnya hanya ingin
mengungkapkan fikiran saja, berbagi, siapa tahu bermanfaat, kan alhamdulillah.
Jadi jangan menyerah ya... walau sekarang kita belum bisa seperti mereka, semoga secepatnya hidayah Allah mengahmpiri kita. Bukan Allah tidak sayang pada kita pada saat ini, mungkin Allah hanya ingin melihat perjuangan kita.
Yap, begi
Kelar
satu hari nih, alhamdulillah. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya ya….
Salam...#islamituindah
Wabilahitaufik
wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar